Cinta, Jodoh dan Pernikahan (Part 1)

>> Senin, 27 Oktober 2008

Topik ini sangat ramai diperbincangkan bagi angkatan kerja yang berusia produktif. Karena pada masa ini biasanya, di negara kita orang tua kita sudah sibuk membicarakannya. Begitu juga dengan teman-teman yang seangkatan dengan kita, atau bahkan jauh dibawah kita untuk mendorong kita agar segera menikah.

Menikah itu penting ? Tapi menikah juga tidak bisa asal comot aja. Banyak nilai kesakralan yang tertanam didalamnya. Sampai pusing aku dibuatnya.

Berikut, mengenai cerita cinta, jodoh dan pernikahan yang banyak menjadi pelajaran buat aku dalam menemukan apa itu cinta, jodoh dan pernikahan.

Cinta Nenek Ku

Nenek ku termasuk wanita yang terpoligami. Beliau adalah istri ke 4 dari ke 4 istri kakek ku yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Syah Bandar. Mungkin karena tuntutan pekerjaan kakek ku itulah, kakek ku jadi punya istri dimana pun ia singgahi. Hebat kan? Yah wajar sich, kata eyang putriku kakekku itu ganteng, pinter nembang, dan tinggi. Jadi yang suka banyak termasuk eyangku. N wajar juga soalnya istrinya kakekku dari yang pertama sampai yang nomer tiga semua cantik, tapi tidak termasuk nenek ku. Aneh yah ? Kok bisa yah ? Bagaimana mungkin ? Apa karena nenek ku kaya ? Ya nenek ku memang anak orang kaya di kampungnya. Orang tua nenek ku itu pemilik hotel yang customernya pasti orang jepang. Jadi bisa termasuk tajir.

Hal ini masih terlihat wajarkan ? Dan yang aku pikirkan adalah bagaimana bisa Kakekku akhirnya menceraikan 2 dari ke 4 istrinya hanya untuk nenek ku seorang. ( yang paling pertama tidak ingin di ceraikan karena dia sendiri tidak punya keturunan ). Padahal nenekku adalah wanita terjelek yang dimiliki oleh kekek ku. Dan nenek ku juga tidak begitu tergantung dengan keluarganya. Bahkan saudara nenek ku juga banyak, jadi masalah warisan tidak bisa menjadi alasan.

Ternyata yang menjadi alasan Kakek ku memilih nenek ku sebagai pelabuhan terakhir adalah:

  1. Nenek ku sudah memberikan 12 anak. Walau 6 di antaranya meninggal karena sakit, jumlah anak yang hidup masih lebih banyak daripada istrinya yang lain.
  2. Nenek ku masih sanggup memenuhi kebutuhan anak - anak nya di saat kakek ku berdinas ke pulau lain, tanpa utang maupun minta ke ortunya. Ada saja yang dilakukan nenek untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pernah suatu ketika kata ibuku, untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, nenek masih sempat mancing ikan laut sendiri ke laut. Hebat!!!
  3. Nenek ku bukan sejenis wanita yang selalu mengeluh akan keadaan. Apa yang diterima, itu yang syukuri.
  4. Apa aja yang di inginkan suami, ia pasti langsung kerjakan. Seperti mau makan ini langsung dibikinin, walaupun dia gak suka tetep dimasakin. Lain dengan istrinya yang lain.
  5. Kakek ku ternyata tidak sanggup kehilangan nenek ku, saat ia ingin menikah untuk yang ke 5 kalinya. Karena setelah itu nenek ku syok n pingsan. Nenekku akhirnya tumbang juga, karena selama ini masalah anak banyak, istri banyak. Kadang juga harus ditinggal, keuangan keluarga juga pas-pasan. Bahkan anak-anak nenekku juga banyak yang meninggal, diantaranya ada sakit dan kurang gizi. Membuat nenekku bingung, bagaimana jika pernikahan itu terjadi? Saat masih ber 4 istri aja udah begitu. Gimana kalau 5 ?  Kaya'nya setelah itu Kakek ku sadar.  Bahwa ia tidak seharusnya menikah lagi. Bahkan gak sanggup harus banyak membagi cinta untuk nenek ku. Yang tanpa mengeluh menemaninya. Bisa dibilang nenek ku terlalu banyak memberi daripada menerima. Dan kakek ku sadar, bahwa selama ini dia telah berlaku kurang adil. Dan pernikahan ke 5 pun batal, disusul dengan 2 perceraian yang lain.

Cinta Ibuku

Ibuku, termasuk wanita yang tidak ambil pusing soal cinta. Ibuku bukan tipe wanita, yang apabila diputus pacarnya trus nangis. Ibuku bisa terbilang cuek, dan rada polos untuk urusan yang satu ini. Saat ia mulai dekat dengan beberapa pria, ia sangat menikmatinya. Selama sang Pria gak kurang ajar tentunya. Ia sangat senang menerima hadiah tapi paling kalang kabut klo di ajak nikah. Ibuku paling jago kabur saat hari H tiba. Sudah terhitung 3 kali perlarian diri yang ia lakukan. Bahkan sampai loncat ke pulau tetangga. Makhluk yang nekat memang. Namun akhirnya ia menyerah juga untuk pertunangannya yang ketiga. Karena sang calon suami sanggup memberi ketenggangan waktu sampai beliau lulus kuliah.

Alasan ibuku kabur, sebenarnya simple. Ia masih berumur 16 tahun, dan masih ingin belajar. Karana orang jaman dulu menganggap perempuan itu akhirnya di dapur ajah, ibuku tidak sampai melanjutkan sekolahnya ke SMP. Tapi ke sekolah ke wanitaan. Bagi ibuku yang hobby main layang-layang, dan menangkap ikan di sungai, sekolah seperti ini sangat bukan dia, dan ia pun lebih sering kabur daripada nerusin sekolahnya. Karena melihat ibuku nganggur gak jelas maka nenekku tidak ragu-ragu untuk menikahkan anak gadisnya , tapi ibuku berfikiran lain.

Lalu apa yang dilakukan ibuku setelahnya? Well ia sering kerumah temannya yang ternyata adalah paman-pamanku. Eyang ku, pensiunan pertamina yang memiliki anak banyak, membuka usaha jajanan pasar, ibuku terkadang sering membantu di dapur, tapi gak sadar kalau sang masterpeace pembuat kue jajanan pasar adalah bapakku. Jodoh emang gak kemana.

Sebenarnya ibuku sudah lama mengenal Bapakku itu, hanya saja alam mereka masih berbeda. Kalau dulu ibuku suka main ketepel-ketapelan dengan teman laki-lakinya, bapakku adalah korban ke isengan ibuku. Waktu SD bapakku punya penyakit kudisan di kepalanya. Beliau selalu dan selalu memakai topi kemanapun ia berada. Pemandangan yang tidak lazim bagi ibuku yang terhitung usil. So sehabis sepulang sekolah, atau saat mau sekolah ibuku adalah orang yang selalu iseng mengambil topi dari kepala bapakku. Dan biasanya setelah itu bapakku nangis. Dan Ibuku gembira. Hie3x...Jodoh memang terkesan seperti hukum karma. Mana ada sich yang tahu, kalau ternyata orang yang diusilin ternyata jodoh kita.

Lalu bagaimana dengan calon suami ibuku yang kuliah itu? Yah, namanya juga  jodoh, gak bisa diikat hanya dengan cincin pertunangan. Everything could be happen. Ibuku lebih memilih Bapakku. Lagian ditinggal selama 4 tahun tanpa kabar, wajar jika menimbulkan spekulasi yang tidak-tidak dibatin ibuku. Setiap orang harus memiliki pilihan. Walaupun terkadang memberatkan dan membingungkan.

Well, dari 2 cerita cinta, jodoh dan pernikahan ini bisa ditarik kesimpulan bahwa :

  1. Cinta yang sesungguhnya bisa saja dapat dirasakan justru pada saat sesudah menikah.
  2. Cinta sesungguhnya bisa lahir dari keikhlasan hati, rasa hormat dan menghargai apa adanya pasangan hidup kita.
  3. Orang yang jadi pacar atau tunangan kita sekarang belum tentu bisa menjadi suami kita, jadi easy goinglah dalam menjalin hubungan semua ada yang ngatur.
  4. Ternyata tidak hanya wajah cute dan body oke yang membuat wanita tertarik, namun terkadang kudis pun dapat menarik perhatian seorang wanita. Jadi Syukurilah apa yang terjadi pada dirimu meskipun menyebalkan, karena bisa saja hal tersebut yang dapat membuatmu menemukan jodohmu.

Dan bagaimana cerita cinta, jodoh dan pernikan yang lain ? Hie3x... Tunggu yah di Post yang selanjutnya. Don't miss it!

 

 

0 comments:

Saat dunia mulai menghimpit hatimu, haruskah kau menyerah?

Translator

  © Blogger template Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP