Cinta, Jodoh dan Pernikahan ( Part 2 )

>> Rabu, 29 Oktober 2008

Hei, ketemu lagi kita ditopik ini! Sudah baca yang part 1 kan?  Kalau bisa komentari dan berbagi cerita dengan blog ini, biar bertambah seru.

Sesuai dengan janjiku, aku akan menceritakan kisah cinta, jodoh dan pernikahan yang sudah aku amati selama beberapa tahun. Dengan harapan bisa membuka mata kamu yang terhiperbola dengan indahnya kata kasmaran, tanpa mempedulikan kesengsaraan yang harus terbayarkan hanya untuk menemukan arti cinta yang sesungguhnya.

Yah bukan sangat sinis menanggapi topik ini. Hanya saja dalam cinta, orang sepintar apapun akan sangat kelihatan tolol jika bersentuhan dengan topik ini.  Terutama buat orang yang sedang mengalami cinta buta.

Cinta bisa dibilang buta, tergantung jalan pemikiran setiap individu. Berikut cerita-cerita yang harus kita cermati:

Sepupuku Jatuh Cinta

Cerita ini aku dapat dari tanteku. Sepupuku Ijul sedang jatuh cinta dengan teman sekolahnya. Padahal dia baru kelas 5 SD. Anak jaman sekarang udah  cinta-cintaan diumur segini.

Ijul, tipe anak laki-laki yang menarik. Ia pandai, lucu dan putih menggemaskan. Banyak juga anak  perempuan yang genit padanya. Bahkan dia sampai pernah dikirimi surat cinta, untuk permintaan penjelasan mengenai status hubungan. Yang hubungan seperti apa, dia juga belum terlalu mengerti. Ia tidak suka dengan anak cewek yang genit. Dia lebih suka dengan anak perempuan yang pendiam. Seperti Nurjannah.

Ijul sudah mengenal Nurjannah saat mereka duduk di bangku TK. Saat itu Ijul suka mengolok-olok Nurjannah karena ia berkulit hitam. Sebenarnya sepupuku itu  masih malu untuk mengakui dan bingung untuk mengungkapkan perasaannya jadi hanya olokan yang ia lakukan untuk menarik perhatian. Maklum lah anak seumur gitu mana tahu sich puisi cinta, cara buat puisi biasa aja masih nanya-nanya.

Tingkah laku anak SD yang sedang jatuh cinta sebenarnya sangat lucu. Tapi gak jauh beda dengan usaha orang  dewasa. Kalau orang dewasa, bisa dengan mudah mengakses no telpon sang pujaan hati seperti menanyakan ke beberapa teman tanpa malu, atau bahkan menyogok bagian admin pihak kampus untuk hanya sekedar mendapatkan informasi orang yang dimaksud. Namun untuk Ijul yang baru Kelas 5 SD. Yang masih malu mengakui dia sedang suka sama seseorang dan memiliki dana yang terbatas, untuk mengetahui no telpon Nurjannah saja  jelas bukan persoalan yang gampang. Tapi namanya juga cinta, gunung pun di daki, laut pun terlewati. Mungkin saking susahnya keadaan dan dengan umur yang relatif muda, ternyata Tuhan memberikan suatu jalan kemudahan yang menakjubkan. Dan pasti tidak akan dilewati oleh sang anak .

Pada suatu hari yang ajaib itu, entah mengapa sepupuku yang sedang kasmaran, melihat Nurjannah di TU. Orang yang sedang jatuh cinta memang rada peka untuk melihat sosok orang yang ia cintai. Dan akhirnya misi pun berjalan dan ia pun mengintip. Dari usahanya itu akhirnya Ijul tahu bahwa Nurjannah sedang menuliskan biodatanya untuk keperluan sekolah. Karena Ijul adalah anak yang pinter, Ijul tahu apa yang paling penting harus diketahuinya. Yaitu, no telpon. Saat Nurjannah keluar, Ijulpun masuk keruang TU dan berbasa-basi sebentar sambil  menghafalkan no telpon Nurjannah yang masih aman terletak diatas meja TU. No telpon itu dihafalkannya dan ditulis di buku telpon saat ia tiba dirumah. Perjuangan cinta yang tiada tara.

Cinta memang bisa membuat tenaga kita terkuras habis tapi tetap bisa membuat kita bersemangat. Contohnya cerita saat Ijul bertemu Nurjannah di kolam renang. Biasanya sepupuku itu paling susah kalau harus disuruh berenang untuk take yang ke 2. Alasannya macem-macem, dari yang capek, laper, atau bahkan mau pipis semua dilakoni. Tapi entah mengapa saat ada Nurjannah, Ijul tidak pernah mengeluh bahkan dengan sigap mematuhi perintah sang pelatih bahkan mampu berenang lebih cepat. Cinta memang membuat kita memiliki tenaga ekstra. Sampai-sampai Ijul masih saja bisa melapor pada ibunya kalau dia baru bertemu Nurjannah. Dan dengan lucunya berkata " Mah tadi liat gak? Ada dia lho Mah, aku berenangnya jadi cepetkan Mah ? Biar Jannah liat aku".  Ibunya cuma bisa tertawa. Tapi Ayahnya menggodanya" Ya Ampun Jul, wong item aja koq suka sich ? " Dan dengan pasti Ijul membela "Biarin yang penting dia baik gak genit."

Kalau dipikir-pikir koq bisa yah seorang anak SD lebih mementingkan sifat seseorang dibandingkan bentuk fisiknya. Beda dengan rata-rata orang dewasa yang lebih mementingkan bentuk fisik dan lebih banyak menuntut pasangannya. Taukan lagunya Titi Kamal, "aku tidak suka lelaki, yang banyak maunya. tidak bisa melihat sebelahnya lebih indah". Sifat yang sangat manusiawi sebenarnya, hanya jika terlalu dipikirkan bisa bikin pusing sendiri, karena terlalu banyak kemauan. Sedangkan yang ada tidak pernah disyukuri. Jika cinta sudah memasuki area ini, cinta yang ada bukan cinta, melainkan arena pameran cinta yang terkadang bisa dikatakan tidak masuk akal.

Pernikahan yang menyusahkan

Saat aku bekerja di suatu Lembaga Amil Zakat, terkadang aku menemui banyak kasus yang memilukan. Entah dibuat - buat atau karena pemikiran mustahik yang pendek sehingga mereka terjebak pada pusaran lingkaran hitam yang mereka buat sendiri.

Kisah ini berisi tentang seorang nenek yang harus menanggung biaya hidup cucunya, dan anaknya yang sudah menikah.

Pagi - pagi sekali nenek Zubaidah sudah datang ke kantor. Ia ingin mengajukan keringanan biaya sekolah cucunya, Lia. Sebut saja begitu karena aku sudah lupa namanya siapa. Lia sebenarnya mau tidak disekolahkan neneknya. Hanya saja Lia tetap ingin sekolah. Sementara sang nenek harus membiayai sekolah anak perempuannya yang sudah menikah dengan anak yang masih sekolah juga. Kalian mau tahu anak dan menantu sang nenek kelas berapa? Kelas 1 SMA. Dan sang cucu ingin meneruskan sekolahnya ke SMP kelas 1. Memusingkan!

Nenek Zubaidah sebenarnya sangat pusing memikirkan keluarga kecilnya itu. Sang cucu yang yatim piatu memiliki masalah yang cukup pelik. Ia sering diejek-ejek teman sebayanya karena merupakan hasil hubungan gelap. Ibu Lia adalah janda yang ditinggal mati suaminya. Ibu Lia mengharapkan kehidupan yang lebih baik dengan cara memiliki affair dengan karyawan sebuah perusahaan besar yang sudah memiliki istri. Ibu Lia mengharapkan menjadi istri kedua. Namun disaat Ibu Lia tengah mengandung Lia, sang ayah tidak mau mengakui, walhasil setelah melahirkan Lia, ibu Lia gantung diri.

Sebagai seorang Janda yang gagal menjaga anaknya yang pertama, maka Zubaidah pun nekat menikahkan anaknya yang perempuan dengan pria idaman sang anak. Walaupun sang menantu belum bisa bekerja karena harus sekolah. Sebenarnya sich bisa hanya saja sang menantu belum memiliki kemauan untuk bekerja. Jadi yang kerja cari duit ya sang nenek.

Aku sebenarnya tidak abis pikir dengan jalan pikiran sang tante dan nenek. Mengapa begitu pendek dan tragis? Sang tante lebih - lebih, yang dilihat cuma cinta monyet yang belum tentu membawa keuntungan buat dirinya pada masa yang akan datang. Untuk sekarang saja pernikahan mereka sudah menyusahkan pihak orang tua. Aku sempat menanyakan pada sang nenek, "Mengapa anaknya itu tidak ingin pindah kelain hati?" Jawabannya simple "Yah maklum lah mbak menantu saya itu orangnya ganteng, jadi anak saya ya maunya sama yang itu. Katanya kalau gak dinikahin sama cowok itu anak saya mengancam akan bunuh diri. Ya jadi saya nikahin saja mbak". Bikin sebelkan ? (Emang ganteng bisa bikin kenyang? Makan tuh ganteng).

Terkadang cinta memang tidak masuk akal. Love is blint yes it's true. Tapi jangan sampai ia benar-benar membutakan matamu. Ambil hikmah dari cerita ini dan aku tahu apa yang harus kamu lakukan.

 

 

 

 

 

 

 

0 comments:

Saat dunia mulai menghimpit hatimu, haruskah kau menyerah?

Translator

  © Blogger template Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP