Jangan Buang Sampah Sembarangan Please!

>> Senin, 06 Oktober 2008

Hari Senin, dari pagi hujan rintik - rintik. Romantis banget yah. Paling suka pas keadaan seperti ini. Dingin soalnya. Tempo hari, masyaAllah. Luar biasa panas. Akhir - akhir ini sejak global warming - global warmingan keadaan cuaca di Kalimantan Timur tak menentu. Jadi bingung kapan musim kemarau, kapan musim ujannya. Semua berubah - ubah dalam waktu 3 hari. Klo sudah begini, penyakit dimana-mana.

Jadi untuk menghindari bahaya global warming bagi Bapak, Ibu, saudara-saudara. Dihimbau untuk bisa mencintai lingkungan disekitar Anda yah! Dengan menanam pohon-pohon penghasil buah, dan mengusahakan untuk tidak membuang sampah sembarangan. Bagi yang memiliki pembantu disarankan agar memperingati pembantunya untuk membuang sampah pada tempatnya.

Dulu saat aku masih kuliah, aku suka jengkel sama orang yang buang sampah digot depan rumah kontrakanku. Sampahnya banyaaaaaak banget sampai jijik aku liatnya. Got depan kontrakanku itu lebar, dalam dan terbuka. Mungkin orang itu sangat merasa nyaman untuk membuang sampah mereka digot ku. Tapi anehnya kenapa ditempatku aja yah? Pasti ada yang sentimen nich sama aku ( mungkin tetangga depan nich )!____ingat buang sampah sembarangan selain bisa menimbulkan kerusakan alam juga bisa menimbulkan fitnah dan buruk sangka. Jadi karena aku sudah jengkel dan sudah berfikir yang tidak - tidak maka diperlukan tindakan nyata untuk penyelesaian secara seksama dengan penyelidikan lebih lanjut. Maka pada saat itu akupun mulai mengamati siapakah gerangan pembuang sampah sembarangan penimbul fitnah dan buruk sangka itu. Pak RT? Bukan....Tetangga depan....juga bukan....orang lewat jarang. Namun akhirnya disuatu sore yang damai itu saat aku ngobrol-ngobrol dengan mbok ( pembantu ) saat itu aku sedang liat - liat taman dan mbok sambil ngobrol dengan ku sambil memegang tong sampah itu dan....tanpa perasaan bersalah dia....dia...dan dialah yang ternyata selama ini yang menjadi biang kerok sampah menumpuk di got. Oh....aku syok Baby!

0 comments:

Saat dunia mulai menghimpit hatimu, haruskah kau menyerah?

Translator

  © Blogger template Sunset by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP